Minggu, 13 Mei 2012

PEMERIKSAAN MYEOLOGRAFI PADA KASUS ARCHNOIDITIS


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Dewasa ini perkembangan IPTEK semakin pesat termasuk dalam bidang kedokteran.Sejalan dengan itu tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan juga semakin tinggi.Akibatnya tuntutan akan pelayanan kesehatan yang baik juga meningkat.Penggunaan sinar–X untuk diagnosis didasarkan pada hasil rekaman pada film sinar–X. Dari tampilan film sinar–X itu dokter dapat mendiagnosis suatu kelainan dalam tubuh pasien baik menggunakan bahan kontras ataupun tidak.Menggunakan bahan kontras dalam pemeriksaan radiografi itu untuk memperlihat stuktur atau jaringan tubuh.Dalam  mendiagnosis suatu penyakit, diperlukan suatu gambar radiograf yang berkualitas,teknik pemeriksaan yang sesuai serta penentuan faktor eksposi yang tepat guna mendapatkan suatu hasil yang maksimal  akan tetapi tetap memperhatikan proteksi radiasi.Salah satu jenis pemeriksaan Radiografi yang penulis ingin bahas disini adalah pemeriksaan Myeolografi pada kasus archonoiditis.

B.     RUMUSAN MASALAH
Melihat dari latar belakang diatas maka hal-hal yang perlu diketahui dan dibahas dalam makalah ini adalah:
1.      Apa itu Myeolografi pada kasus arachnoiditis
2.      Apa Alat dan bahan pada pemeriksaan Myeolografi
3.      Apa Indikasi dan kontra Indakasi pada pemeriksaan ini
4.      Apa persiapan pasien dan bagaimana teknik pemeriksaannya

C.    TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan yang disimpulkan pada teknik pemeriksaan ini adalah:
1.      untuk mengetahui  hasil radiografi Myeolografi pada kasus Archnoiditis
2.      Untuk mengetahui prosedur pemeriksaan radiografi

D.    MANFAAT PENULISAN
Manfaat dari penulisan antara lain:
1.      Memberi penjelasan mengenai penyakit yang ditemukan pada pemeriksaan Myeolografi
2.      Secara tidak langsung sebagai ajang sosialisasi bagi pembaca mengenai penyakit yang dibahas.

















BAB II
PEMBAHASAN

A.    DEFENISI
Pemeriksaan Myelografi adalah suatu pemeriksaan radiologis dengan tujuan meliahat struktur kanalis spinal/tulang belakang yang disebut rongga subarachnoid. Myelography memerlukan penyuntikan cairan kontras khusus. Karena berat cairan kontras lebih berat dari cairan sumsum tulang belakang, maka cairan kontras tersebut akan mengalir di dalam rongga subarachnoid menuju daerah yang bebas pada saat posisi penderita tertelungkup di meja penyinaran.Myelography memungkinkan dokter melihat aliran cairan kontras dan menggambarkan rongga subarachnoid dan dilakukan penyinaran sinar-X.


B.     TUJUAN PEMERIKSAAN
1.      Untuk melihat struktur kanalis spinal dengan memakai kontras
2.      Untuk menemukan tumor dan herniasi ruas yang dapat menyumbat aliran cairan sumsum tulang belakang parsial atau total.
3.      Untuk membantu mendeteksi arachnoiditis, trauma pada jaringan saraf tulang belakang.
4.      Untuk kecuriagaan meningitis



c.    PATOLOGI
Arachnoiditis adalah gangguan rasa sakit yang disebabkan oleh peradangan pada arakhnoid, salah satu membran yang mengelilingi dan melindungi saraf dari sumsum tulang belakang. Hal ini ditandai dengan berat menyengat "nyeri terbakar,", dan masalah neurologis.
Gejala
Arachnoiditis tidak memiliki pola konsisten dari gejala, tetapi pada orang banyak itu mempengaruhi saraf menghubungkan ke punggung bawah dan kaki. Gejala yang paling umum adalah rasa sakit, tetapi, arachnoiditis juga dapat menyebabkan:
·         Kesemutan,mati rasa atau kelemahan pada kaki
·         Sensasi yang mungkin merasa seperti serangga merayap di kulit atau air mengalir di Kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada kaki.
·         Penembakan parah rasa sakit yang dapat mirip dengan sensasi sengatan listrik
·         Otot kram, kejang dan tak terkendali
·         Kandung kemih, usus dan / atau disfungsi seksual
Sebagai penyakit berlangsung, gejala dapat menjadi lebih parah atau bahkan permanen. Banyak orang dengan arachnoiditis tidak mampu bekerja dan menderita cacat yang signifikan karena mereka selalu kesakitan.
Arachnoid dapat menjadi meradang karena adanya iritasi yang disebabkan oleh:
1.      Langsung cedera pada tulang belakang
2.      Kimia
Ddalam myelograms (tes diagnostik di mana pewarna yang disebut media kontras radiografi disuntikkan ke daerah yang mengelilingi sumsum tulang belakang dan saraf) telah disalahkan untuk beberapa kasus arachnoiditis. Media kontras radiografik bertanggung jawab untuk ini tidak lagi digunakan, namun. Juga, ada kekhawatiran bahwa pengawet yang ditemukan di injeksi epidural steroid dapat menyebabkan arachnoiditis.
3.      Infeksi dari bakteri atau virus:
Infeksi seperti virus dan jamur meningitis atauTBC dapat mempengaruhi tulang belakang.
4.      Kompresi saraf tulang belakang kronis: 
Penyebab kompresi ini termasuk penyakit kronis degeneratif disk atau stenosis tulang belakang maju (penyempitan tulang belakang).
5.      Komplikasi dari operasi tulang belakang atau tulang belakang prosedur invasif: 
penyebab serupa termasuk beberapa lumbar (punggung bawah) tusukan.

1.      IINDIKASI PEMERIKSAAN
1.      Hernia nucleus pulposus (HNP)
2.      Tumor-tumor terbagi atas:
-          Tumor ekstradural:tumor yang terjadi pada pada duapertiga dari semua neoplasma spinal.
-          Tumor intradural,terbagi atas:Intramedullar dan estramedular
3.      Kelainan congenital (malformasi ): Kelainan kongenital merupakan kelainan dalam pertumbuhan struktur bayi yang timbul sejak kehidupan hasiI konsepsi sel telur.
-          Meningokel atau dikenal jg sgb dgn sebutan spina bifina(tulang belakang terbuka) adalah sebuah jenis perkerkembangan kelainan bawaan.
-          Meningomielokel adalah peonjolan bagian medulla spinalis dan membrane pembungkusnya melalui tulang di kanal spinal.meningomielokel di tutupi oleh membrane trasparan tipis,yang dapat mengeras dan lembab.
4.      Araknoiditis.

2.      KONTRA INDIKASI
1.      Ibu Hamil
2.      Tekanan otak meningkat
3.      Alaergi terhadap cairan kontras
4.      Ada infeksi pada daerah penusukan jarum

E.     TEKNIK RADIOGRAFI
1.      Alat dan bahan
a)      Non steril
Ø  Pesawat sina-X
Ø  Film & kaset
Ø  Marker
Ø  Processing film
b)      Steril
Ø  Bak steril:
Ø  Jarum spinal
Ø  Spoit
·         2 cc    :skin tes
·         10 cc  :kontras
Ø  Kapas alkohol/desinfeksi
Ø  Kassa
Ø  Tabung reaksi
Ø  Plester dan gunting
Ø  Anastesi
Ø  Masker/baju ganti
Ø  Handscun
Ø  Bahan kontras
Bahan kontras yang biasa digunakan terbagi atas:
·         Kontras Negatif,yaitu Udara (tapi sekarang jarang digunakan)
·         Kontras positif:
-          Yang larut dalam air seperti (amipaque,conray dll)
-          Yang larut dalam minyak seperti ( pantopaque)

2.      Persiapan pasien
1.      Pasien berpuasa dan membatasi cairan selama 8 jam sebelum tes Myelography. Jika tes Myelography dijadwalkan siang hari dan kebijaksanaan rumah sakit mengijinkan, maka sebelum tes Myelography Anda boleh minum air putih.
2.      Pasien melepaskan pakainnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian yang sudah disiapkan.
3.      pasien melepas semua perhiasan atau benda-benda logam lain yang akan menghalangi sinar-X.
4.      Pasien meminum  beberapa obat, seperti enema, obat tidur untuk membuat Anda rileks, dan obat untuk mengurangi pembengkakan selama tes atau pemeriksaan.
3.      Prosedur pemeriksaan
a.       Posisi pasien lateral dengan bagian punggung di pinggir tempat tibud.lutut pada pasien fleksi menempel pada abdomen,leher fleksi kedepan dan dagu menempel pada dada.
b.      Pilih pilih lokasi di tiap celah interspinosus vertebra dibawah lumbal 2/3.beri tanda pada celah interspinosus yang di tentukan.
c.       Dokter mengenakan masker,tutup kepala,hanscund kemudian desinfeksi kulit dengan larutan desinfeksi pada daerah yang sudah di tentukan.
d.      Anastesi kulit pada daerah yang sudah di tentukan.
e.       Tusukkan jarum spinal kedalam jaringan subkutis/dibawah kulit,jarum harus memasuki ronggan interspinosus tegak lurus terhadap aksis panjang vertebra.
f.       Tusukkan jarum kedalam rongga subarachoid dengan perlahan-lahan,sampai terasa lepas.
g.      Anjurkan pasien untuk bernafas secara normal.
h.      Tampung cairan cerebro spinal fluid  untuk pemeriksaan.masukkan cairan tersebut dalam tabung steril,setiap tabung di isi 1 mil cairan CSF cairan inu di gunakan untuk pemeriksaan.
·         Posisi objek: MSP tubuh sejajar meja pemeriksaan dan Meletakkan objek di tengan-tengah kaset
·         FFD:90 cm
·         CR :tegak lurus
·         Cp :lumbal 3/ 4









BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
1.      Teknik pemeriksaan myelografi adalah teknik pemeriksaan persyarafan pada daerah tulang belakang dengan menggunakan bahan kontas.
2.      Pemeriksaan Myelografi butuh persiapan khusus dan membutuhkan waktu beserta menimbulkan rasa sakit.
3.      Archnoiditis adalah peradangan tulang belakang pada daerah archnoid.

B.     SARAN
1.      Sebaiknya dilakukan praktek atau cara pemeriksaan  myelografi agar pemeriksaan ini dapat dimengerti semaximal mungkin






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar